Kapolres Trenggalek beberkan kronologi kasus penipuan (foto : Ganez Radisa)

Kapolres Trenggalek beberkan kronologi kasus penipuan (foto : Ganez Radisa)



Fitria Dian Hapsari wanita asal Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek dan Dwi Suhartatik warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung harus mendekam di penjara. 

Keduanya diamankan petugas karena diduga telah melakukan penipuan dengan total kerugian hingga Rp 801 juta Rupiah.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S. mengungkan bahwa kasus bermula saat Fitri dan Dwi mendatangi korban yang saat itu terjerat peristiwa pidana. 

Kedua tersangka mengaku bisa membantu menyelesaikan masalah yang tengah dialami korban asal mau membayar sejumlah uang.

"Tersangka menakut-nakuti korban dan mengaku bisa menyelesaikan peristiwa pidana korban asal mau membayar sejumlah uang," ungkap Kapolres Trenggalek saat pers rilis, Selasa (02/07/19)

Disampaikan Didit, awalnya korban memberikan satu unit mobil Toyota Rush dan uang 60 Juta rupiah. 

Selanjutnya pelaku meminta uang kembali sejumlah 400 Juta rupiah dengan alasan kekurangan penyelesaian perkara.

Bahkan, sampai dengan dilaporkannya perkara kasus ini pada (18/06/19) tersangka masih terus menakut nakuti korban dan terus meminta sejumlah uang sampai genap 801 Juta rupiah.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya,  satu unit mobil Toyota Rush tahun 2010, satu lembar rekapan penyerahan uang, satu bendel print out rekening BCA dan buku rekening.

"Tersangka akan dikenakan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara," pungkas Didit.


End of content

No more pages to load