Alat berat merobohkan bangunan yang masih berdiri di lahan Pasar Pon. (Foto : Ganez Radisa)

Alat berat merobohkan bangunan yang masih berdiri di lahan Pasar Pon. (Foto : Ganez Radisa)



Satpol PP Trenggalek merobohkan bangunan yang masih berdiri di lahan Pasar Pon. Eksekusi paksa dilakukan karena yang bersangkutan mengabaikan imbauan untuk membongkar pribadi. Selain itu, tenggang waktu yang diberikan telah habis meski sudah berkali-kali diingatkan.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek Ulang Setyadi menerangkan, pembongkaran ini seharusnya sudah sejak kemarin harus dilaksanakan. Namun, karena masih ada rasa kemanusiaan, sehingga diberi waktu yang wajar dan bahkan tidak berlebihan.

"Sebelumnya telah diberikan waktu, bahkan surat pemberitahuan untuk pembongkaran secara mandiri. Namun untuk eksekusi kali sudah tidak ada lagi toleransi, karena telah diberikan waktu yang cukup," tegas Ulang, Senin (17/06/19).

Menurut Ulang, karena tidak ada iktikad baik dari yang bersangkutan untuk membongkar secara mandiri, maka terpaksa dilakukan eksekusi menggunakan alat berat. Jadi, jika saat dilakukannya eksekusi ini masih ada yang belum pindah, maka itu risiko yang bersangkutan.

"Jadi, jangan salahkan kami jika ada pembongkaran paksa karena sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Bahkan jika ada kerugian dari pembongkaran, itu sudah risiko yang bersangkutan," terangnya.

Pembongkaran ini di katakan Ulang setelah adanya informasi bupati kemarin bahwa saat ini anggarannya sudah di presiden, sehingga akan ada sidak dari pusat berkaitan tentang perencanaan pembangunan Pasar Pon. "Namun kami sebagai eksekutor sudah memberi waktu yang cukup untuk pembongkaran secara mandiri," imbuhnya

Disampaikan Ulang, jadi untuk kali ini mohon minta maaf jika ada barang rusak karena dampak penggunaan alat berat. Sebab, yang bersangkutan juga memang agak bandel, bahkan mengulur waktu untuk pembongkaran secara mandiri. Jadi, apabila ada kerusakan yang mengakibatkan kerugian yang bersangkutan, itu menjadi kerugian diri mereka sendiri.


End of content

No more pages to load