Telur komodo saat baru dikeluarkan oleh induknya.

Telur komodo saat baru dikeluarkan oleh induknya.



Keluarga besar Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini bertambah. Ini setelah satwa dari jenis komodo telurnya menetas pada Sabtu (17/3). Sebelumnya, pihak KBS memiliki koleksi 65 ekor satwa purba itu.

Ada tiga induk yang berhasil menetaskan bayinya. Yaitu, induk bernama Genok dan Juminten dengan induk jantan Boi. Kemudian induk betina Agustin dengan induk jantan Home.

Dari hasil perkawinan tersebut, KBS berhasil menetaskan 11 telur dari 28 butir telur komodo. Sehingga koleksi komodo bertambah menjadi 76 ekor.

“Dengan menetasnya telur komodo ini, KBS turut berpartisipasi dalam program peningkatan populasi satwa prioritas di tingkat lembaga konservasi,” ujar Direktur KBS Chairil Anwar.



Dalam kesempatan itu, Chairil memberi nama bayi komodo yang menetas pada 27 Februari 2018 dengan nama “Unggul”.

Dia berharap dengan hadirnya bayi hewan dari Nusa Tenggara Timur ini, KBS akan semakin unggul dalam pengelolaan ke depannya. Baik dalam program breeding untuk jenis satwa prioritas.

Komodo merupakan satu di antara satwa yang dilindungi Undang-Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta Peraturan Pemerintah No 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. (*)


End of content

No more pages to load