Batik Lintang Layangkan Somasi Pada Tim KKN Universitas Muhammadiyah Malang

Artikel yang menjadi bukti tindakan klaim sepihak yang dilakukan KKN-PPM 149 Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Artikel yang menjadi bukti tindakan klaim sepihak yang dilakukan KKN-PPM 149 Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

TRENGGALEKTIMES, MALANG – Klaim sepihak atas motif batik Tlogosari rancangan Batik Tulis Lintang yang dilakukan civitas akademis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berbuntut somasi. Sengketa ini berawal dari publikasi di media Radar Malang (Jawa Pos Grup) yang mengungkapkan bahwa motif batik tersebut merupakan gagasan Alik Ansyori, dosen pembimbing Program KKN-PPM 149 Universitas Muhammadiyah Malang. 

Sedianya, program kuliah kerja nyata (KKN) pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) 149 UMM berlangsung di Batik Tulis Lintang, Ngijo-Karangploso, Kabupaten Malang selama lima bulan yakni periode Maret-Juli 2019. Owner Batik Tulis Lintang, Ita Fitriyah mengungkapkan bahwa pihaknya merasa dicurangi. 

Ita menyebut, tiga bulan yang lalu pihak UMM datang ke Batik Tulis Lintang meminta izin untuk melakukan kegiatan KKN-PPM di RW 10 Ngijo. "Mereka mengajukan KKN di tempat kami, temanya Peningkatan Mutu Kualitas Batik. Kami terima dengan baik," tutur Ita. 

Di awal pertemuan, ada sejumlah program kegiatan yang disepakati untuk dilakukan. Di antaranya, menggagas Kampung Batik Ngijo sebagai destinasi wisata, pelatihan packaging produk, manajerial, IT, dan pelatihan membatik. "Mereka memang sempat menyatakan kalau KKN ini tematik, dan ada tempat-tempat lain yang diobservasi," sebutnya.

Di tengah proses pelaksanaan KKN, para mahasiswa tinggal di wilayah RW 10 Ngijo. Menurut Ita, mereka juga banyak melakukan kajian, mengambil data, foto produk, dan lain-lain. "Dari rangkaian kegiatan yang ditawarkan, hanya pelatihan manajerial yang dilangsungkan di tempat kami," sebutnya.

Saat itu, ada warga yang melaporkan bahwa kegiatan-kegiatan lain dilakukan di RW 12 Ngijo. "Kami masih merasa tidak apa-apa, toh tetangga kampung," tuturnya. 

Owner Batik Tulis Lintang Ita Fitriyah menunjukkan motif Tlogosari yang diklaim secara sepihak oleh KKN-PPM 149 Universitas Muhammadiyah Malang

Namun, pihak Batik Tulis Lintang terkejut ketika ada pemberitaan di koran Radar Malang (Jawa Pos Grup) berupa advetorial yang mengangkat KKN-PPM UMM 149. Berita tersebut berjudul Bakti Mahasiswa KKN-PPM 149 UMM Angkat Ngijo, Kembangkan Motif Batik Lokal Tlogosari yang tayang pada hari ini (8/7/2019). Kutipannya: 

Alik Ansyori, dosen pembimbing lapangan KKN-PPM 149 UMM, menyatakan, batik Tlogosari merupakan hasil dari gagasannya. Alik sendiri adalah warga asli Ngijo. Karena itulah, dia pun berupaya untuk mengangkat batik Tlogosari. Bekerja sama dengan Kemenristekdikti serta menggandeng mahasiswa KKN UMM, maka lahirlah batik Tlogosari ini. 

"Pagi tadi istri saya mengabarkan soal berita itu. Dia menangis karena motif batik Tlogosari, yang notabene dikreasikan serta dikembangkan oleh Batik Tulis Lintang, diklaim dan diciptakan oleh mereka. Background foto berita itu pelatihan batik yang dilakukan di RW 12," ujar Dwi Indra, suami Ita Fitriyah.

Pihaknya pun lantas berusaha melakukan klarifikasi pada wartawan yang menulis berita tersebut. Sayangnya, tidak ada itikad baik. "Saya telepon wartawannya, ingin tahu. Bahkan malah nomor saya sepertinya di-blok," sesal Dwi Indra. 

Selain itu, dia pun berupaya mengklarifikasi soal klaim motif batik Tlogosari tersebut pada dosen pembimbing KKN-PPM 149 UMM. "Awalnya Pak Alik Ansyori ini mengelak. Lantas saat bertemu, dia mengakui. Sudah membuat surat pernyataan dengan disaksikan perangkat dan warga RW 10 Ngijo," terangnya.

Hanya saja, Indra mengaku somasi tetap dilayangkan. Ada lima tuntutan yang disampaikan. Pertama, civitas akademis UMM yang terlibat untuk meminta maaf secara terbuka di 5 media masa selama 7 hari berturut-turut. Kedua, menyerahkan seluruh data yang sudah diambil dari Batik Tulis Lintang. 

Ketiga, menyelesaikan program KKN yang sudah disepakati bersama warga sesuai janji. "Poin pertama, disertai keterangan bahwa motif Tlogosari benar milik Batik Tulis Lintang. Dan terakhir, berjanji tidak mengulangi perbuatan yang sama di tempat lainnya," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]trenggalektimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]trenggalektimes.com | marketing[at]trenggalektimes.com
Top