Geger Rebutan Sumber, Satpol PP Pemkab Malang Segel Rumah Pompa PDAM Kota Malang

Proses pemasangan papan peringatan segel sempat mendapat hadangan satpam PDAM Kota Malang (Ist)
Proses pemasangan papan peringatan segel sempat mendapat hadangan satpam PDAM Kota Malang (Ist)

TRENGGALEKTIMES, MALANG – Polemik sumber air wendit yang dikelola oleh PDAM Kota Malang terus berkembang. Satu sama lain masih bersikukuh dengan argumen dan data yang ada. Hasilnya, polemik tersebut membuahkan polemik lainnya. Yakni, merembet pada rumah pompa milik PDAM Kota Malang yang terletak di Mangliawan, Pakis.

Rumah pompa tersebut disinyalir tidak memiliki izin. Baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sampai izin gangguan (HO). Hal ini pula yang menyebabkan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang melakukan tindakan penyegelan dengan memasang papan peringatan di rumah pompa tersebut.

Sempat adu tegang dalam proses pemasangan segel di depan rumah pompa antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Malang dengan satpam PDAM Kota Malang. Dimana, para petugas Satpol PP yang langsung didampingi Kepala bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Daerah (P2D) mendapat hadangan dari satpam yang berjaga di lokasi saat akan memasang papan segel tersebut.

Tapi, akhirnya papan segel pun bisa dipasang setelah adanya komunikasi yang dilakukan. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang Didik Budi Muljono. Dimana, pemasangan papan sebagai peringatan dan segel tersebut dikarenakan bangunan pompa PDAM Kota Malang melanggar peraturan daerah (Perda).

"Rumah pompa  air minum PDAM kota Malang, dianggap telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 tentang IMB yang terkandung pada pasal 13 ayat 1 dan Perda nomor 12 tahun 2017 tentang Izin Gangguan terutama yang terkandung dalam pasal 3 ayat 1," kata Didik, Senin (08/07/2019).

Dengan aturan yang dilanggar itulah, Didik melanjutkan, Pemkab Malang melakukan pemasangan papan peringatan di rumah pompa PDAM Kota Malang. "Ini bentuk penegakan aturan daerah. Selain itu pemasangan pun diikuti dengan surat resmi kita ke PDAM Kota Malang. Tapi sampai batas waktu yang sesuai aturan, pihak PDAM tidak bisa menunjukan izin-izin yang disyaratkan," ujar Didik.

Menurut Didik,  Pemkab Malang juga sempat mengundang PDAM Kota Malang untuk menunjukkan dokumen perizinan tersebut.
"Tapi tidak bisa menunjukkannya, sehingga kita mengambil tindakan tersebut," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas mengatakan pihaknya saat ini sudah melakukan proses  kepengurusan perizinan yang dipertanyakan tersebut. Bahkan, dirinya mengatakan seluruh berkas sudah lengkap. Baik pengumpulan tanda tangan warga sekitar rumah pompa sampai syarat administrasi lainya. "Tapi, sampai saat ini belum diproses. Kami tidak ingin berprasangka buruk terhadap mereka (Pemkab Malang). Tapi apa yang diminta sudah kami urus," ungkapnya seperti disampaikan kepada beberapa media.

Terkait hal tersebut, Didik juga menyampaikan, meski ada itikad baik dari PDAM Kota Malang untuk mengurus perizinan, penegakan Perda harus tetap dilakukan. "Kalau izinnya sudah ada, maka papan segel yang dipasang akan kami copot. Yang jelas, faktanya saat ini PDAM Kota Malang belum memiliki izin atas rumah pompa tersebut," pungkasnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]trenggalektimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]trenggalektimes.com | marketing[at]trenggalektimes.com
Top