Dunia Semakin Gila, Para Ilmuwan Lahirkan Kambing dari Rahim Plastik

Hasil kloning rahim plastik (calonsarjana)
Hasil kloning rahim plastik (calonsarjana)

TRENGGALEKTIMES, MALANG – Kalian tahu tentang kloning? Ya, kloning merupakan proses reproduksi buatan yang menciptakan individu baru dari sebuah jenis dengan gen maupun bentuk yang identik secara genetik.

Bahkan percobaan- percobaan kloning sudah banyak menghasilkan individu dengan teknik yang berbeda-beda. 

Bahkan, pada infromasi yang akan kita bahas kali ini, ada kloning dengan menggunakan rahim dari bahan pasltik yang sukses menghasilkan makhluk hidup.

Lalu seperti apa bentuknya dan bagaimana proses  kloning tersebut?

Informasi berikut ini menyajikan beberapa kloning hewan yang menggemparkan dunia.

Dirangkum dari Channel Youtube Calon Sarjana dan diramu dengan beberapa sumber lain.

1. Rahim Menggunakan Plastik

Teknologi berkembang tak masuk diakal. Bayangkan saja, ada rahim yang terbuat dari kantong plastik dan bisa menghasilkan makhluk hidup.

Jika kloning biasanya dilakukan dengan menggunakan rahim pada indukan lainnya,  ini tidak dilakukan oleh salah satu rumah sakit di Philadelphia, Amerika Serikat.

Mereka melakukan uji coba dengan mengkloning sebuah anak kambing menggunakan rahim plastik. Namun hasilnya cukup mengejutkan.

Sebab, anak kambing yang dikloning tersebut justru tumbuh sehat dan sempurna tanpa cacat sedikit pun. Bahkan bulu-bulunya pun juga tumbuh dengan lebat.

Rahim plastik ini sendiri dibuat bertujuan untuk menyelamatkan bayi-bayi yang lahir secara prematur di Amerika. 

Sebab di sana banyak lahir bayi prematur yang belum waktunya lahir. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dibuatlah rahim plastik ini.

2. Kloning 1 Milyar

Di Korea, terdapat lembaga riset bernama Sooam Biotech Research Foundation yang bisa mengkloning anjing dengan kemiripan  identik hampir 100.

Namun anjing yang bisa dikloning adalah anjing yang masih hidup atau anjing yang baru mati lima hari sebelummya. 

Khusus untuk anjing yang mati, tubuh anjing tersebut diletakkan pada kulkas dan diselimuti handuk basah.

Dari situ, kemudian akan diambil biopsi dan sel kulitnya. 

Biopsi maupun sel kulit tadi, akan dikloning oleh para ilmuan dengan membentuk sel biopsi dan kemudian mencari pendonor sel serta pengganti induk.

Kemudian dilakukan pengosongan sel telur dari pendonor dan pengisian sel telur dengan biopsi dari sampel yang ada. 

Setelah itu, dilakukan pengaktifan sel dengan alat elektrocell manipulator.

Dan haslinya, sel yang sudah siap menjadi embrio akan disuntikan pad uterus penganti induk anjing. 

Jika hal ini berhasil, maka sang anjing akan hamil dan bisa melahirkan anjing sesuai dengan spesies yang dikloning.

Namun, bagi kamu yang ingin melakukan hal ini, harus mengeluarkan uang yang cukup mahal, yakni sekitar 100 dollar atau Rp 1,4 miliar.

3. Kloning Antar Spesies

Kloning kali ini, memang hampir sama dengan kloning anjing sebelumnya. 

Bedanya,  jika kloning anjing sebelumnya juga menggunakan induk anjing, untuk kloning ini malah bisa menggunakan induk hewan jenis lain.

Sebuah percobaan kloning hewan Bison India berhasil dilakukan di India. 

Bison India yang merupakan hewan langka dan nyaris punah, berhasil dikloning dengan menggunakan hewan indukan sapi.

Sebab, saat itu para ilmuan tak ingin membahayakan Bison India dewasa yang sudah langka. 

Setelah mengaktifkan sel-sel dan menjadi embrio, embrio tersebut juga disuntikan ke uterus sapi. 

Dan hasilnya sukses, sapi tersebut hamil dan melahirkan bayi bison India dengan normal.

4. Kloning imata pertama

Pertama kalinya, tim riset dari China berhasil mengkloning seekor permata menggunakan teknik yang sama dengan kloning anak domba yang menggunakan rahim plastik.

Teknik yang digunakan dalam kloning tersebut bernama Somatic Cell Nuclear Transfer. 

Dari kloning tersebut, menghasilkan dua primata betina dari jenis Rhesus yang hidup dengan sehat.

Namun dalam kloning ini, tak semudah yang dibayangkan. Kloning ini lebih sulit dari mengkloning hewan-hewan lain. 

Pasalnya, sel dari primata cukup kompleks. DNA yang dimilik primata bahkan 97 mirip dengan DNA dari manusia.

Karena itu, para ilmuwan harus melakukan ujicoba berkali-kali sampai tekniknya kemudian berhasil. 

Dari keberhasilan itu, ilmuwan meyakini, jika teknik tersebut akan bisa dilakukan pada pengkloningan manusia.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]trenggalektimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]trenggalektimes.com | marketing[at]trenggalektimes.com
Top