Selain Jakarta, Ini Tiga Kota yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia

Kepadatan ibu kota Indonesia, Jakarta. (Foto: instagram @jokowi)
Kepadatan ibu kota Indonesia, Jakarta. (Foto: instagram @jokowi)

TRENGGALEKTIMES, JATIMES – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali menggagas rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta yang telah lama menjadi wacana. Kali ini ada tiga kandidat lokasi  ibu kota di luar Pulau Jawa. Yakni Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Lalu, tahukah Anda jika sebelum ada wacana pemindahan ibu kota itu, ada tiga kota yang dulunya pernah menjadi ibu kota Indonesia selain Jakarta. 

Jakarta sendiri sah menjadi daerah khusus ibu kota pada tahun 1960-an. Hal ini ditandai dengan adanya Penetapan Presiden No 2 Tahun 1961 dan kemudian Undang-Undang No 10 Tahun 1964.

 Beberapa bulan usai Indonesia merdeka, 4 Januari 1946, ibu kota Indonesia dipindahkan ke Jogjakarta. Saat itu, Belanda sedang melakukan agresi militer. Jogjakarta dipilih sebagai ibu kota lantaran dinilai aman. 

Kemudian, pada 19 Desember 1948, karena adanya agresi militer ke-2 sebagai aksi polisional oleh Belanda, ibu kota Indonesia dipindahkan ke Bukittinggi, Sumatera Barat.

Lalu, pada tahun 1948, ibu kota Indonesia kembali dipindahkan ke Bireuen, Aceh. Bireuen dianggap aman lantaran dikelilingi oleh perbukitan yang bisa melindungi pusat pemerintahan dari serangan musuh. Namun, Bireuen menjadi ibu kota hanya seminggu.

Presiden Jokowi menjelaskan alasan dirinya menyetujui pemindahan ibu kota ke luar Jawa. Menurut dia, Pulau Jawa disebut tak mampu lagi mengatasi persoalan kepadatan penduduk, air, dan lalu lintas.

“Jakarta saat ini memikul dua beban sekaligus: sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis. Apakah di masa depan kota ini masih mampu memikul beban itu?” tulis Jokowi dalam akun instagram @jokowi.

Ia menambahkan banyak negara yang telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan ibu kota negara. Misalnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, dan Kazakhstan.

Di Indonesia, gagasan memindahkan ibu kota juga sudah muncul sejak era Presiden Soekarno. Pemindahan ibu kota juga selalu menjadi wacana di setiap era presiden. Namun, tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang.

“Pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan manfaat jangka pendek semata. Namun, terutama kebutuhan dan kepentingan negara dalam perjalanan menuju negara maju,” imbuh Jokowi.

“Pemindahan ibu kota adalah sebuah proses yang tidak singkat dan berbiaya besar. Di antaranya mengenai pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur pendukung. Menurut Anda, di mana sebaiknya ibu kota negara Indonesia ditempatkan dan apa pertimbangannya?” ungkap Jokowi.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : JatimTIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]trenggalektimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]trenggalektimes.com | marketing[at]trenggalektimes.com
Top